Sabtu, Februari 09, 2013

Ayah, Aku Ingin Sekolah


            Mengatasi masalah pendidikan di Indonesia memang membuat kita merasa sedih dan iba. Kita bisa mengangkat dagu dan bertepuk tangan bagi siswa yang mengharumkan nama baik sekolah dan negara di kancah dunia. Tetapi kita akan menundukkan dagu dan mengelus dada melihat nasib anak bangsa yang putus sekolah,  bekerja membantu ayah dan ibunya membanting tulang. Mereka hanya bisa melihat anak-anak yang memiliki kesempatan merasakan bangku sekolah dengan perasaan sedih.
            Anak-anak yang kurang mampu dan berasal dari kalangan menengah ke bawah seharusnya bisa merasakan rasanya mengecap pendidikan. Banyak dari mereka yang sebenarnya pandai dan berniat dengan sungguh-sungguh belajar, berusaha mengentaskan kemiskinan yang membelitnya. Ada banyak orang yang mengatakan “miskin ya miskin terus”. Dan pernyataan tersebut sangat cocok untuk mereka yang terjerat dalam hidup yang serba kekurangan. Pemerintah Indonesia hanya menangani kasus politik yang semakin runyam. Pemberitaan di media membuat kita prihatin karena ulah para politikus yang hanya bisa memperebutkan kursi kekuasaan dengan janji dan iming-iming yang berlebihan. Padahal janji mereka hanya bualan belaka. Salah satu yang pernah saya dengar adalah janji pendidikan yang merata untuk semua rakyat.
            Sudah bukan rahasia umum lagi kalau anak-anak yang tinggal di kawasan kumuh jarang menjamah gedung-gedung sekolah, apalagi duduk di salah satu kursinya. Padahal generasi terus berlalu dan berganti. Apa yang bisa mereka lakukan untuk membuat hidup mereka semakin baik? Harta? Ataukah uang? Jawabannya tidak. Karena mereka hanya butuh pendidikan. Pendidikan itu sangat penting untuk bisa mengantarkan mereka pada cita-cita. Mungkin beberapa dari dari kalian yang membaca artikel ini biasa saja menanggapi masalah yang sedang saya bahas. Kita sebagai orang yang berkecukupan, bahkan mungkin lebih dari cukup bisa bersekolah hingga ada yang mencapai gelar yang tinggi, sedangkan mereka? Mereka hanya bisa gigit jari melihat nasibnya yang tidak sebaik kita.
            Sebenarnya, apa yang membuat mereka gagal melanjutkan sekolah bukan hanya kesalahan orang tua yang tidak bisa membiayai sekolah anaknya saja. Perlu kita ketahui bersama, masyarakat dan pemerintah sebaiknya turun tangan, mengulurkan bantuan kepada mereka. Menurut UUD 1945 pasal 31 ayat 1 bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Juga disebutkan di pasal 31 ayat 4 UUD 1945 bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Dari kedua ayat tersebut sudah sangat jelas jika generasi penerus kita mempunyai peluang yang sangat besar untuk bersekolah. Namun, anggaran yang dialokasikan pemerintah kepada dunia pendidikan masih sangat kurang. Sebagai contoh, tahun 2005, Depdiknas menganggarkan dana sebesar Rp 5,848 triliun. Dana tersebut tidak mencukupi kebutuhan 29 juta anak usia sekolah dasar karena minimal dana yang harus dikeluarkan setiap tahunnya adalah Rp 1 juta.
            Lebih dari 50 persen orang tua murid mengeluhkan biaya pendidikan yang terlalu tinggi. Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas, tahun 2003,  beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua siswa berkisar 63,35-85,75 persen dari biaya total. Biaya yang ditanggung pemerintah atau masyarakat hanya berkisar antara 12,22-36,65 persen saja. Akibatnya banyak anak yang putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya.
            Kendala biaya itu menjadi faktor utama yang menghalangi setiap anak yang ingin mengakses pendidikan. Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2003 menunjukkan 67 persen masyarakat menyatakan bahwa ketiadaan biaya memaksa mereka memutuskan sekolah. Yang lainnya karena membantu orang tua atau letak geografis daerahnya.
            Menurut saya, pemerintah dan masyarakat Indonesia bisa bersatu. Mengulurkan tangan bersama membangun kembali dunia pendidikan yang semakin memburuk. Anggaran untuk biaya pendidikan disorot betul, jangan sampai ada banyak tikus-tikus rakus yang menyalahgunakannya untuk keperluan lain. Pendidikan disamaratakan bagi semua pihak, bukan karena tingkat sosial dan ekonomi yang berbeda. Semua anak berhak menggenggam prestasi mereka, merengkuh impian mereka demi terciptanya Indonesia yang baru. Dan untuk masyarakat juga seharusnya membantu, apalagi yang memiliki tingkat ekonomi yang tinggi. Menyisihkan uang untuk investasi jariyah bisa dilakukan, membiayai satu anak saja bisa mendatangkan banyak pahala daripada uang yang digunakan untuk hura-hura. Semuanya butuh kerjasama dan saling sinergi dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Dengan demikian, perbaikan kualitas pendidikan nasional akan meningkat. (fda)

Sabtu, Maret 24, 2012

Because of love!

Banyak orang yang bilang cinta itu hanya sekedar suka satu sama lain, tetapi mereka tidak pernah sadar apa yang mereka rasakan. Cinta itu apa ya sebenarnya?
Cinta datang dari dalam hati, saat kita bertemu seseorang yang tidak kita kenal sebelumnya dan ia langsung bisa mengambil hati kita. Entah mengapa kita berdebar, nafas kita tercekat, dan mata kita tidak bisa mengalihkan pandangan dari matanya. Kita bisa tenggelam di dalam mata itu, mata yang bisa membuat kita damai dan tenang, dan mungkin kita bisa nyaman di mata indah itu. Pikiran kita sudah kosong, karena yang memenuhi adalah hati, apapun yang kita lakukan akan terasa salah di depan semua orang. Itu adalah ulah cinta, cinta yang membuat kita salah tingkah.

Selasa, Juli 19, 2011

SMA NEGERI 1 WONOGIRI

Ya SMA NEGERI 1 WONOGIRI adalah sekolahku sekarang. Senang bisa masuk sekolah favorite orang Wonogiri ini dengan mudah.
Waktu itu hari Sabtu tanggal 9 Juli 2011 semua siswa didik SMA negeri 1 Wonogiri kelas 10 tahun ajaran 11/12 baru masuk untuk mencatat bahan MOS yang akan diadakan hari Senin, 11 Juli 2011. Saat itu di Aula berkumpulah para siswa didik baru dan kakak-kakak OSIS yang saat ini menjabat sebagai pengurus OSIS. Mereka memperkenalkan diri dari masing-masing namun hanya 3 yaitu mas Onika, mas Galih dan yang satunya saya lupa namanya. Setelah perkenalan yang singkat itu dilanjutkan dengan perkenalan calon PK (Pembela Kelas) yang akan membela kita saat MOS, kata mas Galih kita juga bisa memanggilnya dengan sebutan (Pembantu Kelas).
Setelah mempersiapkan beberapa hal penting yang jadi PR untuk MOS akhirnya siswa didik baru berangkat menuju ke SMA Negeri 1 Wonogiri dengan perasaan takut, galau, sedih, dan degdegan banget. Semua tau kan MON(ster)DAY itu adalah hari pertama kita semua masuk ke SMA dengan memakai pita dan dikucir (untuk wanita) dan potongan 123 (untuk para laki-laki). Dan semua tau kalo MOS itu adalah hal yang paling ditakuti para siswa entah yang masuk SMP maupun yang masuk SMA.
MON(ster)DAY yaaa benar apa yang kita tebak pertama kali, semua berteriak memaki dan mebuat kita sakit hati dengan bentakan-bentakan kakak kelas itu. Konsekuensi yang didapat adalah jeglokan. Hari kedua yaitu TUESDAY sama halnya dengan hari pertama, jeglokan makin banyak dan makin menjadi-jadi. Hari ketiga yaitu WEDNESDAY semakin parah, jeglokan yang didapat semakin banyak dan alasan kakak kelas itu amat sangat tidak rasional. Karena satu prinsip OSIS adalah BENAR ITU SALAH DAN SALAH ITU SALAH maka semua hal yang dilakukan tetap saja salah di mata kakak OSIS.
MOS telah usai, dan dilanjutkan kemah wisata. Kami mebawa peralatan yang amat sangat banyak, mungkin tidak bisa saya sebutkan satu persatu disini. Masing masing siswa dikelompokkan menjadi beberapa SANGGA. Sangga-sangga itu berbahasa latin dari kingdom PLANTAE (untuk PEREMPUAN) dan ANIMALIA (untuk LAKI-LAKI).
Di hari pertama kemah yaitu hari Jumat 15 Juli 2011 kami datang dengan truk yang membawa kami semua, lalu kami mendirikan tenda bersama-sama dengan teman satu sangga dan mengikuti upacara pembukaan kemah. Setelah itu dilanjutkan lomba memasak dan lomba story telling. Dan kami semua mengikuti apel sore. Apel pun berakhir, kami diberi waktu untuk Mandi Sholat dan Makan. Kami mandi menumpang di rumah warga setempat. Setelah itu kami bersiap untuk mengikuti acara Api Unggun. Sanggaku menampilkan pentas seni drama kocak yang berjudul DRAMA RM atau Drama RA MAKSUD.
Setelah waktu menunjukkan pukul 23.00 akmi dipersilakan untuk tidur ke tenda masing-masing. Dini hari pukul 02.00 kami semua dibangunkan secara mendadak untuk mengikuti renungan malam. Kami menangis, sedih, haru dan merasa bersalah terhadap orang tua kami. Dingin yang menusuk tulang pun tak berpengaruh sama sekali saat itu. Kami semua berbaur menjadi satu dan menangis bersama atas kesalahan kami terhadap orangtua kami semua. Setelah selesai renungan malam kami diperbolehkan kembali ke tenda masing-masing untuk tidur. Namun sangga kami tidak ingin tidur karena waktu itu sudah pagi hampir pukul 04.00 kami malah ke rumah warga dan menumpang sikat gigi + wudhu untuk sholat subuh.
Paginya kami melaksanakan caraka siang, perkenalan ekstrakurikuler pada kami dengan cara mencari jejak. Hal itu adalah hal paling menyenangkan dalam agenda KEMAH WISATA karena asik walaupun melelahkan dan kepanasan. Setelah menyelesaikan tugas dari semua kakak-kakak ekstra kami kembali ke tenda untuk ganti baju dan melipat tenda. Lalu mengikuti upacara penutupan. Upacara itu selesai dan kita pulang ke rumah. HOME SWEET HOME.

Jumat, Juli 08, 2011

"Oh!" by Girl's Generation

"Oh!"
by SNSD / Girl's Generation

[All] jeone aldeon naega anya
Brand New Sound
Saerowojin nawa hamkke
One More Round
Dance Dance Dance You'll be wrong This Time
Oppa oppa I'll be I'll be Down Down Down Down

[Seohyun] oppa najom bwa nareul jom barabwa
[Tiffany] cheoeum iya ireon nae maltu Ha!
[Yuri] meorido hago hwajangdo haetneunde
[Jessica] wae neoman nareul moreuni

[Taeyeon] dugeun dugeun gaseumi tteollyeowayo
Jakku jakku sangsangman haneun georyo
[Sooyoung] eotteohge hana kotdae nopdeon naega
[Yoona] malhago sipeo

[ALL] Oh Oh Oh Oppareul saranghae
Ah ah ah ah manhi manhihae
[Sunny] sujubeuni jebal utji mayo
[Taeyeon] jinsim ini nollijido marayo
[All + Taeyeon(loud voice)] Tto babogateun mal ppunya

[All] jeone aldeon naega anya
Brand New Sound
Saerowojin nawa hamkke
One More Round
Dance Dance Dance To Me Promise Town
Oppa oppa I'll be I'll be Down Down Down Down

[Jessica] oppa jamkkanman jamkkanman deureobwa
[Sunny] jakkuhan yaegineun malgo
[Sooyoung] dongsaengeuroman saenggakhajineun mara
[Hyoyeon] ilnyeondwimyeon huhoe halgeol

[Tiffany] molla molla nae mameun jeonhyeo molla
Nunchieoptge jangnanman chineungeoryo
[Hyoyeon] eotteohge hana I cheoreoptneun sarama
[Seohyun] deureobwa jeongmal

[ALL] Oh Oh Oh Oppareul saranghae
Ah ah ah ah manhi manhihae
[Yuri] sujubeuni jebal utji mayo
[Yoona] jinsim ini nollijido marayo
[All] tto geureomyeon nan uljido molla

[All] jeone aldeon naega anya
Brand New Sound
Mwonga dareun oneulmaneun tteugeoun nan
Down Down ireojima hwaman na
Oppa oppa idaeroneun NoNoNoNo

[Jessica] Tell me boy boy love it it it it it ah!

[All] Oh Oh Oh Oppareul saranghae
Ah ah ah ah manhi manhihae
Oh Oh Oh Oh Oh Oh Oh Oppareul saranghae
Ah ah ah ah ah ah ah ah manhi manhihae

[Taeyeon] tto babo gateun malppunya

[All] Oh Oh Oh Oh
Ah ah ah ah
Oh Oh Oh Oh Oh Oh Oh Oppareul saranghae
Ah ah ah ah ah ah ah ah manhi manhihae
Oh Oh Oh Oh Oh Oh Oh Oppareul saranghae
Ah ah ah ah ah ah ah ah manhi manhi Oh


Lyrics | SNSD lyrics - Oh lyrics

Selasa, Juli 05, 2011

9 Summers 10 Autumns


Selesailah novel ini kubaca kemarin , saya akan kasih review nya yaa...

Judul Buku : 9 Summers 10 Autumns: Dari Kota Apel Ke The Big Apple
Penulis : Iwan Setyawan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 221 Halaman
Harga : Rp. 47.000
ISBN : 9789792267662


Di kaki Gunung Panderman, di rumah berukuran 6 x 7 meter, seorang anak laki-laki bermimpi. Kelak, ia akan membangun kamar di rumah mungilnya. Hidup bertujuh dengan segala sesuatu yang terbatas, membuat ia bahkan tak memiliki kamar sendiri. Bapaknya, sopir angkot yang tak bisa mengingat tanggal lahirnya. Sementara ibunya, tidak tamat Sekolah Dasar. Ia tumbuh besar bersama empat saudara perempuan. Tak ada mainan yang bisa diingatnya. Tak ada sepeda, tak ada boneka, hanya buku-buku pelajaran yang menjadi "teman bermain"-nya. Di tengah kesulitan ekonomi, bersama saudara-saudaranya, ia mencari tambahan uang dengan berjualan di saat bulan puasa, mengecat boneka kayu di wirausaha kecil dekat rumah, atau membantu tetangga berdagang di pasar. Pendidikanlah yang kemudian membentangkan jalan keluar dari penderitaan. Dan kesempatan memang hanya datang kepada siapa yang siap menerimanya. Dengan kegigihan, anak Kota Apel dapat bekerja di The Big Apple, New York. Sepuluh tahun mengembara di kota paling kosmopolit itu membuatnya berhasil mengangkat harkat keluarga sampai meraih posisi tinggi di salah satu perusahaan top dunia. Namun tak selamanya gemerlap lampu-lampu New York dapat mengobati kenangan yang getir. Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi dan menghadirkan seseorang yang membawanya menengok kembali ke masa lalu. Dan pada akhirnya, cinta keluargalah yang menyelamatkan semuanya.


Bundelan kertas penting yang disesaki hikayat kerja keras, kehangatan keluarga, dan perantauan. Sungguh sebuah praktik man jadda wajada yang terang. Selamat mereguk semangat perjuangan dan kesabaran anak sopir angkot di sudut Jawa Timur yang berkilau di New York. Inspiratif.
--A. Fuadi, Penulis best seller trilogi Negeri 5 Menara

....most of all it is a story of dreams come true, sharply focused by a person who knows what he wants. Certainly very relevant in today`s world which needs the dose of positive energy that Mr Iwan Setyawan delivers.
--Wimar Witoelar, Authority in journalism, public relations and communication

Menggugah. Iwan berhasil membahasakan dengan ringan dan renyah bahwa pendidikan dan determinasi hidup adalah sahabat sejati perbaikan nasib manusia.
--Anas Urbaningrum, Penulis, pencinta kuliner nusantara, politisi

Kisah Iwan menjadi bukti nyata tentang efek pendidikan.
--Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina dan Ketua Indonesia Mengajar

Sabtu, Juli 02, 2011

SMP Negeri 1 Wonogiri tinggal kenangan bagiku

Berat hati meninggalkan SMP NEGERI 1 WONOGIRI-ku yang keren , megah dan memesona seperti hotel itu. Dan pindah ke SMA NEGERI 1 WONOGIRI yang kita ketahui bangunannya jadul wagu tanpa perubahan dari dulu , dan terbagi menjadi 3 wilayah yang terpisah. SMP ku adalah SMP ter....... ya pokoknya yang ter- ter- gitu lah, adalah SMP yang penuh perjuangan dan cinta :)

Entah itu cinta kepada guru, sahabat, ataupun cinta pertamaku dulu *gausah sebut nama*. SMP NEGERI 1 Wonogiri memberikan kenangan yang nggak akan mungkin aku lupakan selama ini. Walaupun dulu sering banget ngolok-olok bahkan mengejek SMPku tapi sekarang setelah aku LULUS baru terasa beratnya meninggalkan SMP ku ini :'(

Masih teringat saat aku bersama Ayah mendaftarkan diri ke SMP itu, selangkah demi selangkah aku dan Ayah masuk ke SMP itu. Kesan pertama saat aku masuk ke SMP adalah *WOW MEGAHNYA*. Setelah itu aku digiring oleh ibu Sumiyati menuju ke ruang yang asing bagiku dan Ayah. Setelah mendaftar aku baru sadar kalau aku dapet nomer urut 00001 !!! Hahaha paling rajin yaa ? Beberapa hari berlalu, aku menjalani test akademik, wawancara, IQ, dll lah ribet pokoknya. Aku mencoba untuk percaya diri aku bisa mengerjakan dan pasti masuk ke program RSBI yang elit itu.

Beberapa minggu berlalu, hari itu tepat pada tanggal 28 April sehari setelah hari ulangtahunku berlalu. Saat itu yang mengambil pengumumannya adalah Mama. Aku takut aku deg-degan aku grogi mendengar pengumuman itu. Saat masih pelajaran di SD, Fedora temanku yang mendaftar program akselerasi dinyatakan diterima namun sementara itu aku sama sekali belum mendengar kabar tentangku :(

Tet...Tet...Tet.....
Semua berhamburan keluar sekolah, adku termenung sendiri di depan sekolahku menunggu kabar baik Mama disitu. Sekitar 30 menit kemudian Mama datang, dengan wajah murung Mama memberikan surat itu. Aku sudah takut sedih dan down ketika wajah Mama mulai memperlihatkan kesedihannya, setelah kutanya ternyata FARIDA DWI ARYATI DINYATAKAN DITERIMA !!!! Mama membuatku kaget setengah mampus gara-gara itu.

Singkat cerita aku sudah mulai masuk sekolah, MOS ya MOS hal yang paling aku benci saat masuk sekolah. Singkat cerita (eh singkat aja ya, ada kejadian memalukan di waktu MOSmakanya aku gamau cerita) aku masuk ke kelas pertamaku RSBI 7b :D

Di RSBI 7b kita bersenang senang bergembira, euforia masuk SMP dan masih kelas 1. Aku dan teman temanku LUGU bangeeet hahaha ah pokoknya gitu lah, kejadiannya SANGAT MEMALUKAN !!!!!!!! Dari potonganku yang selalu pendek dan WAGU abis !! Dan segelintir oang yang dulu sempat mengisi canda dan tawaku yaitu :
Safa , Afi , Anggi , Fhea , Yusakti , Neo , Mia , Rinda dll lah banyak dan heboh

Setelah itu aku masuk ke kelas RSBI 8a
Terjadi persaingan ketat dengan RSBI 8b saat lomba-lomba , hahaha kita emang gini tapi aslinya kita tetap 1 darah RSBI , disini ada banyak kenangan aku gamau nyeritain satu-persatu ah banyak banget kenangannya

Dan akhirnya masuk juga ke RSBI 9a ! yeey sebenernya temannya juga masih sama seperti kelas 8 sih , jadi males nyeritainnya , BUANYAK BANGET lah dari yang gerak jalan, main, makan-makan di Glinding, makan-makan di rumahnya Intan, buka bersama DLL buanyak banget pokoknya

Dan setelah aku LULUS aku serasa berat meninggalkan sekolah favoritku itu. But life must go on, ga mungkin aku di SMP terus kan ? Hmmmm i just wanna say GOOD BYE for my lovely junior high school :(

CIAO MY FAVORITE SCHOOL :'(
ini lagu ter-nggerus haha buat para jombowers yang ditinggal orang yang dicintainya untuk orang lain yang tidak mencintainya

KAU HARUSNYA MEMILIH AKU - TERRY

kekasihmu tak mencintai dirimu sepenuh hati
dia selalu pergi meninggalkan kau sendiri
mengapa kau mempertahankan cinta pedih menyakitkan
kau masih saja membutuhkan dia, membutuhkan dia

kau harusnya memilih aku
yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
kau harusnya memilih aku
tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku

kau tak pantas tuk disakiti
kau pantas tuk dicintai
bodohnya dia yang meninggalkanmu (meninggalkanmu)
demi cinta yang tak pasti ooow

kau harusnya memilih aku
yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
kau harusnya memilih aku
tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku

kau harusnya memilih aku
yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
kau harusnya memilih aku
tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku

kau harusnya memilih aku
yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
kau harusnya memilih aku
tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku